Copyright © Project of LBIC. Powered by Blogger.
 
Wednesday, September 12, 2012

Label: SAHABAT?

2 comments


Sahabat. Terlalu sering mendengarnya. Bahkan pernah muak dengan kata itu. Kata yang dulu membuatku merasa terkucilkan, membuatku merasa tak punya apapun dan mungkin membuatku sakit. 
Heran, kenapa mereka bisa begitu dekat dalam keadaan apapun? Apa yang mereka rasakan? Kasihan? Simpati? Atau bahkan, cinta?

Ah, sudahlah. Mungkin terlalu sulit untuk dikatakan. Tapi, apa aku bisa melakukannya? Apa aku bisa punya simpati dan rasa sayang untuk seorang yang berlabel sahabat itu? Begitu banyak pertanyaan. 
Dulu, aku juga pernah punya ‘sahabat’. Bertemu saat masih usia 9 tahun. Mereka begitu dekat, bahkan sangat dekat. Lalu, apa yang kurasakan dulu? Kurasa, itu bukan perasaan seorang sahabat untuk sahabat. Mungkin karena aku masih kecil, jadi gak bisa merasakan menjadi seorang sahabat sejati. Jadi, apa? Apa yang mereka rasakan untukku? Apa itu sama?

Setelah beranjak lebih tinggi, rasanya semua sudah berubah. Berubah total malahan. Awalnya, kukira ini akan menjadi awal dari sebuah kekompakan bersama. Namun, ini bukanlah sebuah awal kebersamaan. Ini awal ke-ego an dimulai. Ego yang selalu menghancurkan apapun yang ada disampingnya dan bahkan yang disayanginya. Berkhianat, lalu pergi meninggalkanmu sendiri yang terpuruk dalam kegelapan buta. Bukan hanya khianat, ego yang terlalu besar bisa membuatmu muak lalu pergi sejauh mungkin dari hadapannya.

Itu pun terjadi padaku. Gak sama persis sih, lebih tepatnya berbanding terbalik. Aku lah yang tega meninggalkan mereka. Bukan mereka, tapi aku. Mungkin, aku akan merasa malu jika kau bisa melihatku waktu itu. Andai alat Doraemon itu nyata, aku berharap agar peristiwa-peristiwa waktu itu bisa dimusnahkan hingga ke atom-atomnya. Peristiwa yang membuat diriku bodoh dan memalukan. ‘Just like a baby’, mungkin itu yang akan kau katakan jika kau menjadi sahabatku waktu itu.

Karena sebuah kebahagiaan yang tak bisa mampir dalam hidupku, melainkan mereka, dan itu membuat rasa gak suka terpendam dalam senyum sandiwara. Semua semu dalam hidupku, hingga akhirnya kesempatan untuk keluar ada dan aku mengambilnya. Pergi berlalu dengan sebuah alasan yang cukup meyakinkan.
Semua berjalan dengan ke-tak tahu-an orang awam. Terlalu beku untuk ego besar, walau aku sudah beranjak lebih tinggi dari sebelumnya dan telah menemukan tempat yang nyaman untukku ada. Tapi, ketika aku mencoba mencari seseorang yang akan kuberi label sahabat, semua sirna. Semua berbeda, semua gak sama dari sebelumnya. Dia bukan yang kuinginkan, dan dia juga bukan pemilik label ku dulu.

Dan untuk kesekian kalinya, aku beranjak lebih tinggi hingga sekarang. Mungkin kali ini, aku sadar dan aku mengerti. Bagaimana suramnya hidupku sebelumnya, bagaimana aku terbiasa bertingkah bodoh dan tak acuh pada orang lain, bagaimana aku telah menyakiti orang lain dengan sebuah kepuasan diakhirnya. Dan betapa kasihannya hidupku dulu untuk dikenang.





Sekarang,


Sahabat. Orang yang sekarang ini sangat berarti untukku. Aku sayang mereka dan kali ini aku berharap, sebuah label yang telah ku tempel di benakku untuk mereka, akan selamanya menempel. Menempel dengan sangat erat dan tak ada seorang pun bisa melepasnya termasuk yang memiliki kecuali Yang Maha Besar.




"Don't walk in front of me, I may not follow.
Don't walk behind me, I may not lead. 
Walk beside me and be my friend."
Albert Camus -




Semoga, kalian gak akan jadi sepertiku dulu. Dan semoga label yang telah kau patri untuk seseorang yang membuatmu nyaman, bisa selamanya terpatri hingga akhir hayat.



Thanks.






A Story From a ‘Friend’ 
Read more...
Friday, August 17, 2012

Bukan Cerita Biasa di Ramadhan #2

0 comments

Aku pilih yang menarik disini.


MERASAKAN SERUNYA BERTARAWIH RIA DI MASJID AGUNG TUBAN.

.
.
.
.
.

Sebelumnya, ada beberapa masjid yang telah ku singgahi untuk jadi sasaran tempat melaksanakan sholat tarawihku. Namun, pada akhirnya cuma satu yang bisa klop sama hatiku.

Namanyaa.. Emm. Apa ya? *Lupa. Masjid mini? Ya, mungkin itu yang akan keluar dari mulut orang yang gak tau kalo ditanya nama masjidnya apa, termasuk yang nulis ini. Lah? Kok bisa disebut Masjid mini? Iya, soalnya bangunan ini lebih tepat disebut sebagai mushola karena terlalu kecil untuk ukuran sebuah masjid.

Awal ngikut sholat jamaah disana, cape juga. Kirain 8 rakaat, gak taunya 20 rakaat. Tapi setelah beberapa hari menunaikan sholat sunnah yang hanya ada di bulan Ramadhan ini, rasanya jadi betah dan kalo dipikir-pikir, jarang-jarang bisa memperbanyak pahala sholat tarawihku. Hoho..

Kembali ke pokok cerita. Sebelumnya, aku mau minta maaf karena cerita ini aku ambil dan rangkum dari beberapa cerita teman-temanku. Ini dikarenakan gak ada waktu buatku untuk menjalankan sholat tarawih di Masjid Agung Tuban.

Bukan gak ada waktu, lebih tepatnya MALES.
Woooii? Kenapa malesnya digedein semua? Menghina tau.
Eh, maap, lupa matiin capslock.

Pertama, cerita dari kakak kostku yang udah pernah nyoba sholat tarawih disana. Katanya, kalo biasanya kita sholat tarawih cuma sejam, sekitar jam 7 sampe jam 8 an, meski itu 8 ataupun 20 rakaat ples 3 rakaat witir, tapi kalo di Masjid terbesar se-kabupaten Tuban ini bakalan nambah 30 menit dari biasanya.

Terus yang kedua ini cerita dari temen SMP. Katanya, kalo kamu gak keberatan nambah 30 menit, siap-siap aja berdiri sampe kesemutan karena surah yang dibaca setelah surah Al-Fatihah itu bertahap dari Juz 1 sampe Juz 30. Juz 1 dimulai saat tarawih pertama, lalu Juz-juz selajutnya untuk tarawih berikutnya, sampe Juz 30 ditarawih yang terakhir.

Woww Exciting!

Gimana? Tertarik tuk nyoba sholat tarawih di Masjid Agung Tuban?
Ayook, aku bersedia kok menemanimu.

Halah, paling-paling disana nyari sendal bagus terus diambil dibawa pulang buat gantiin sendal yang ilang kemaren. Iya kan?
Lah? Tuh tau.
Dasar.

Hahaa..

.
.
.
.
.

Oke, sampe disini dulu ceritaku dibulan nan Suci dan penuh Berkah ini.

Lah? Udah bubaran?

Emang, ceritanya sangat-sangat-sangat pendek dan gak bermutu. Mohon dimaklumi, namanya aja amatiran. Dan mohon coretan-coretannya yang bisa nambah ilmu nulisku dikolom komen. And thanks for reading this silly story.
Oke? Oke dongg.

Oh iya, terakhir. Aku mau ngucapin,
Semoga semua amal perbuatan kita selama bulan Ramdhan tahun ini berlangsung dapat dicatat sebagai amal baik nan sholeh dan dapat diterima Allah SWT. Amiinn..







T H E E N D
Just a super-dupper tiny story.

Dan sekali lagi,
makasih banyak udah mau baca yaa.
^^
Read more...
Thursday, August 16, 2012

Bukan Cerita Biasa di Ramadhan #1

0 comments
Ramadhan penuh berkah sudah lewat 2/3 nya dan itu artinya tinggal sepertiganya saja yang masih dapat memberi kita kesempatan untuk lebih memperbaiki diri dan mendekat kepada-Nya.

Wuuuiih, gak kerasa. Beneran, gak kerasa. Suer, gak kerasa.

.
.
.
.
.

Ramadhan kali ini adalah Ramadhan pertamaku di kamar sempitku yang baru. Meski masih kikuk dengan kehidupan seperti ini, tapi ini lebih menyenangkan. Sembelumnya, aku juga pernah kost dulu waktu masih duduk di kelas 7. Tapi, karena bulan Ramadhan datang waktu itu, jadi hanya sebulan aja dan selanjutnya pindah ke rumah tante. Sebenarnya itu bukan kehendakku, melainkan ibuku yang didukung kakakku.

Hhh.. Sudahlah, jangan buat aku menulis cerita ini lebih panjang lagi.
Hhh.. Melow mode: ON
Diem lu.

Eh, sampe mana tadi?

Oh, tentang kehidupan dibulan Ramadhan dikamar sempitku? Yah, bicara tentang ini, aku jadi makin cinta sama kakak-kakak kostku. Memang tempat kostku ini dihuni oleh 6 orang yang notabenennya lebih tua dariku yang sekarang sedang menempuh kuliah dan kerja. Dan disini akulah yang paling junior.

Eh? Kok bisa cinta? Jangan berpikiran aneh-aneh. Aku cinta karena mereka semua lebih bisa membuat kantong dompetku stay thick. Hihi.. Mereka berinisiatif untuk membuat buka dan sahur lebih rame dan tentunya murah. Hanya dengan 5000 perak aja udah bisa ngisi perut ples camilannya. Yuuhuu.. Kalo 5000 buat sehari, berarti 3 minggu cuma 105.000. Dan ini membuatku untung dapet tambahan uang jajajan. Bener kata mereka, kalo buka kaya gini jadi tambah seru. Gak kalah
sama buka dirumah yang dulunya selalu jadi nomer satu di-list ‘BUKA PALING ENAK’ ku.

Eh?

Emang T.O.P.B.G.T deh buat kakak-kakak ku. Makin makin makin cinta aja nih. Haha..

.
.
.
.
.

Terus, gaimana dengan sholat tarawihku? Tenang, aku gak akan ninggalin sholat sunnah yang hanya ada dibulan nan suci ini.

Kalo udah males, yaa, udah deh.
Udah apaan?
Udah, diem. Mau tau aja.

Karena ini adalah Ramadhan pertamaku ada di daerah ini, jadi perlu coba-coba untuk tau gimana seluk beluk sholat tarawih disini.

Aku pilih yang paling menarik disini.


MERASAKAN SERUNYA BERTARAWIH DI MASJID AGUNG TUBAN.








T O B E C O N T I N U E D
Just a super-dupper tiny story.


Masih nyari kata-kata untuk ditorehkan jadi tinta emasku.
Huuekk ><
Read more...
Friday, July 20, 2012

A Story in the Coming of Ramadhan: Part 2

4 comments
Hari ini hari kedua libur. Jam 5.15 baru dibangunin untuk menjalankan sholat subuh. Lalu?? Taukan apa yang kulakukan selanjutnya? Yap, browsing. Meski masih ngantuk, tapi kalo udah browsing jadi ‘cling’ seketika.

Emm.. Sebenarnya gak ada hal yang spesial di hari libur yang ini. Tapi ada sebuah cerita yang nyebelin dan memberikan pelajaran baru buatku.

‘TINGGALKAN LAH YANG JELEK DAN AMBILAH YANG BAIK’

Udah pernah denger kata-kata itu? Pasti udah dongg. Hari ini hari Jumat dan waktunya buatku untuk menunaikan ibadah sholat Jumat. Ini cerita tentang sandal. Bukan karena sengaja, tapi karena lupa gak pake sandal yang kualitasnya biasa, melainkan yang bisa dibilang lumayan lah dan itu adalah sandal kesayanganku. Baru nyadar pas mau nyopot sandal di depan masjid. Pikiran yang aneh-aneh udah mulai nyerbu otakku, ‘gimana kalo ntar sadalku ketuker, ato mungkin diambil orang yang gak bertanggungjawab’. Hah, bisa-bisanya gak nyadar kalo lagi pake sandal ini. Tapi semua pikiran aneh itu aku tepis dan positive thinking aja deh. Akhirnya, sandal ku letakkan di samping sandal punya pamanku.

Tretetetettetetetett *udah taukan maksudnya?* Sholat Jumat pun selesai dan aku serta pamanku kembali menuju parkiran motor. Pas kaki mau nyentuh tanah, kulihat sandalku udah lenyap tak berjejak. Oh Noo!! Sandal kesayangaan guee diambil oraang!! Aku sempet berfikir, ‘haruskah ku tempel selebaran di tembok-tembok dan tiang-tiang di pinggir jalan?’ ‘DICARI SANDAL C0R0IL UKURAN 41 WARNA HITAM DAN ADA STRIP HIJAU. BAGI YANG MENEMUKAN AKAN MENDAPAT HADIAH SANDAL BEKAS’ Ngeekk, bisa didemo banyak orang kalo gini. Susah susah. Paman udah nyampe di parkiran sambil menaiki motornya. Mataku masih jelalatan nyari kemana sandal itu berada. Akhirnya paman turun tangan ikut bantu nyari sepasang alat bantu pereda kicat-kicat itu. Di tempat wudhu gak ada, di parkiran gak ada, sampe di atap genteng pun gak ada *Ya, iya laah*. Hhh. Emang udah nasib, diikhlaskan saja lah.

Dan akhirnya, aku pulang dengan tanpa membawa sepasang alas kaki kesayangan dan siap tuk mendapat ocehan gak jelas.




Just a piece of story from Habib Tz

Read more...

Cara Membuat Lampion Benang

22 comments
Pengen buat lampion hias dari benang? 
Nih aku kasih caranya. 


Bahan-bahan:

  • Balon
  • Lem Kayu
  • Benang Wol (sesuai selera)
  • Kabel
  • Lampu

Cara membuat:

  • Tiuplah balon sebesar ukuran lampion yang dikehendaki.
  • Kemudian ukur diameter balon, sesuai dengan lampion yang akan dibuat.
  • Buat lah lingkaran diujung balon untuk memasukan kabel dan lampu.
  • Campurkan benang dan lem kayu
  • Kemudian rekatkan campuran tersebut pada balon yang telah ditiup
  • Lakukan sampai seluruh permukaan balon tetutup oleh benang kecuali area dalam lingkaran
  • Jika permukaan balon sudah tertutupi, selanjutnya jemur, agar lem bisa kering dan kaku
  • Untuk lampion kecil, cukup dipanaskan seharian
  • Untuk ukuran besar, membutuhkan waktu kurang lebih 4 hari
  • Setelah kering, pecahkan balon yang ada di dalamnya
  • Sehingga yang terbentuk hanyalah bulatan benang yang siap dijadikan lampion
  • Lalu hias sesuai hatimu
  • Tahap terakhir, masukkan kabel yang sudah terhubung dengan lampu untuk menghasilkan cahaya

Lampion benang pun jadi dan siap untuk dipajang.
Gimana? Tertarik untuk mencoba?
Yukkk! Kalo udah jadi, tulis komentarmu yaa.. 
Soalnya yang ngepost pun belom pernah buat benda ini.
Hehee. Jangan lupa kasih +1 yaa.



Source: cara-membuat.net
Read more...

Cara Membuat Pop Corn Karamel

0 comments
Nonton film tanpa cemilan rasanya aneh. 
Hhh.. Film dan cemilan? Pasti yang sekarang terpikir adalah Pop Corn. Ya, Pop Corn memang sudah menjadi primadona dikala kita sedang atau mau nonton film. Rasa manis dan gurih dan yang terpenting tidak menimbulkan bising, adalah cirikhasnya. Biasanya di bioskop udah tersedia dan tinggal beli aja. Tapi kalo kita di rumah, musti pergi ke toko dulu untuk beli sebungkus Pop Corn. Repot kan?
Kenapa gak buat aja sendiri di rumah. Gampang kok.

Ini dia resep Pop Corn Karamel.

Bahan-bahan Dasar:
  • 200 gr jagung pop corn
  • 2 sendok makan mentega
Bahan-bahan Karamel:
  • 150 gr gula pasir
  • 50 ml krim kental
  • 1 sendok makan mentega
Cara membuat Pop Corn:
  • Panaskan mentega dalam wajan
  • Kemudian masukkan jagung lalu tutup
  • Masak hingga jagung mekar
  • Kemudian angkat
Cara membuat karamel dan pencampuran:
  • Masukkan gula hingga menjadi karamel
  • Masukkan krim kental dan mentega, aduk hingga rata
  • Masukkan Pop Corn kedalam karamel
  • Kemudian aduk hingga rata. 



Udah jadi deh.
Gimana? Tertarik mencoba?

Yuk Marii. Eits, Jangan lupa dikomen yaa.



Source: cara-membuat.net 

Read more...
Thursday, July 19, 2012

Form Up on Poppy Hill

0 comments
Umi, gadis berumur 16 tahun, tinggal di Kokuriko pada rumah yang menghadap ke Pelabuhan Yokohama. Setiap pagi, Umi selalu memasang Bendera Sinyal dengan pesan "Aku berharap keselamatan perjalanan". Identitas sang pengibar bendera menuai banyak kertarikan lokal setempat, dan puisi tentangnya bahkan dipublikasikan dikoran sekolah. Pembuatnya adalah remaja yang selalu melihat bendera dari laut ketika ia dalam perjalanan ke sekolah menggunakan kapal penyeret bernama Shun.
Umi dan Shun pertama kali bertemu ketika Shun memutuskan untuk berpartisipasi dalam aksi pemberani untuk koran sekolah. Kesan pertama yang negative tentang dia. Mereka bertemu kembali ketika adik Umi ingin menemaninya untuk mendapat tanda tangan Shun. Mereka menemuinya di Quartier Latin, bangunan tempat klub klub sekolah dan juga perkumpulan. Shun masuk dalam Klub Budaya, yang bertanggung jawab dalam memublikasikan koran sekolah. Lalu dia mengatakan kalau klub ini membutuhkan  seseorang untuk menyalin artikle ke template penerbitan, sejak Shun tidak bisa melakukannya setelah mendapati tanganya terluka karenan cakaran kucing.
Suatu hari, Umi menyarankan kepada para murid untuk membersihkan dalam tujuan untuk mengembalikan kemegahan Quartier Latin. Semuanya setuju, dan semua bekerja keras termasuk siswi-siswi yang menyumbangkan pelayanannya dalam kebersihan. Selama pembersihan, Umi dapat mengenal Shun lebih baik dan memulai perasaannya pada Shun. Pengen tahu lanjutannya? Tonton dulu dong, kan nggak seru kalo diceritain.

Source: Wikipedia

Genre
:
Anime / Manga
Tanggal Rilis
:
16 Juli 2011 (Japan), Maret 2013 (USA)
Sutradara
:
Gorou Miyazaki
Pemain
:
Masami Nagasawa, Jun'ichi Okada
Naskah
:
Hayao Miyazaki, Keiko Niwa
Produser
:
Toshio Suzuki
Distributor
:
Toho (Japan), Walt Disney Pictures (International)
Durasi
:
91 menit
Box Office
:
$ 60,034,949
Situs Resmi
:
kokurikozaka.jp.id (Japanese)





Read more...

Categories

 
Blog Suka-suka © 2012 a Project of LBIC. Supported by LBIC

Lapangan Bangilan Info and Community